Bicara Kreativitas pemuda Abad 21, Diskusi Sinau Ngeja Jilid 6 Berjalan Gayeng

Kudus – matasastra.com, “Jiwa pemuda adalah berkarya, anak muda adalah manusia yang masih berkreativitas dan menghasilkan karya,” ungkapnya

Hal ini disampaikan oleh Babahe dalam rangka kegiatan Sinau Ngeja Jilid 6 yang diadakan oleh Komunitas Keluarga Berkarya (KB) kudus pada Sabtu, (3/10/2020) bertempat di Warkoba (Warung Kopi Baca), Dersalam, Kudus.

Pada kesempatan Sinau Ngeja Jilid 6 tersebut, Babahe selaku pemantik utama diskusi, menegaskan bahwa anak muda bukanlah dipandang dari usia, namun dari segi kreativitas seseorang.

“Selagi masih berkarya meskipun sudah berumur 70 tahun, dia masih anak muda,” jelas budayawan dan seniman yang bermukim di Semarang tersebut.

Foto suasana diskusi sinau ngeja edisi ke-6

Dalam proses kreativitas pastinya mempunyai suatu problem permasalahan yang dialami setiap penulis, khususnya pemuda, seperti pada tema diskusi “Kebudayaan Abad 21: Pemuda dan Problem Kreativitas”, hal inilah yang menjadi tanggapan peserta diskusi, salah satunya Reno Septia Budi Laksono.

“Setiap pemuda mempunyai hambatan dalam permasalahannya masing-masing, seperti dalam hal perjalanan karya, terkadang semakin banyak referensi dan mendalaminya biasanya semakin takut untuk mengaplikasikan, karena dibatasi oleh teori, saya pun pernah mengalaminya. Jadi yang saya ambil adalah menulis apa adanya,” ungkapnya.

Dari tanggapan tersebutlah memicu peserta lain untuk memberi pertanyaan maupun tanggapan kepada Babahe selaku narasumber.

Sementara itu, Ketua Umum Komunitas Keluarga Berkarya, Muhammad Khoirul Annas, berharap melalui kegiatan Sinau Ngeja ini, Pemuda dapat mengambil hikmah bahwa generasi muda abad 21 harus lebih kreatif dan dewasa dalam bertindak. Ia juga mengingatkan bahwa yang paling penting adalah jangan sampai kita terjebak oleh suatu keadaan sehingga kita di nina bobokan olehnya

“Teruslah bergerak, dan terus berproses,” tegasnya.

Foto panitia atau anggota Keluarga Berkarya

Hadir dalam kegiatan Sinau Ngeja Jilid 6 ini seperti komunitas Omah Dongeng Marwah, teater Satoesh, teater Aura, teater Obeng, teater Tiga Koma, komunitas Jr Jurang, komunitas fiksi kudus, alumni Kemah Sastra Kudus, serta kalangan umum lainnya.

(Ifa/Ren)

Satu tanggapan untuk “Bicara Kreativitas pemuda Abad 21, Diskusi Sinau Ngeja Jilid 6 Berjalan Gayeng

Komentar ditutup.