Kemah Sastra Kudus 2020, Ajang Berekspresi Diri Pemuda Kudus Lewat Puisi

Matasastra.com,- Sabtu, (26/09) Kemah Sastra Kudus 2020 bertajuk Kebangkitan Kaum Muda dalam sastra serta kehidupan berlangsung secara virtual. Kemah yang merupakan puncak acara dari rangkaian acara yang berlangsung sejak Maret sampai Juni ini menghasilkan antologi puisi “Boeng”.

“Output antologi dengan puisi-puisi ini merupakan hal yang bagus. Orang butuh mengekspresikan diri. Pada saat mengekspresikan diri, selanjutnya berpikir memunculkannya dimana.  Buku ini adalah bentuk  puncak ekspresi diri,” ujar Hasan Aoni, salah satu pengisi Kemah Sastra Kudus 2020

Menurutnya puisi ini sebagai makna pencapaian yang tidak tampak (intangibel). Tetapi bukti kebahagiaan yang tampak (tangibel) adalah antologi.

Live streaming di youtube Fasbuk Asik yang berlangsung selama satu hari tersebut terdapat 3 rangkaian acara. Diantaranya Dialog Inspiratif oleh Hasan Aoni, Bedah Buku Antologi Puisi Boeng oleh Kanzunuddin selaku dosen UMK, dan Panggung Penyair Muda yang dimeriahkan oleh Penyair-Penyair Kudus.

Foto Live Streaming Kemah Sastra Kudus

Hasan Aoni juga menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini menghasilkan 2 poin penting,  diantaranya menghasilkan  pengetahuan dan kompetensi baru serta menghasilkan kesamaan emosional.

“Poin penting pertama yang tidak disadari dapat menghasilkan pengetahuan dan kompetensi baru. Point penting kedua, kelompok ini menjadi saksi kesamaan emosional. Yakni memunculkan gairah kepenulisan karena sebuah event. Kelompok membangun sebuah kenangan, karena itu perbanyaklah sebuah event,” ujar Hasan saat ditemui di Rumah Dongeng Marwah, tempat berlangsungnya acara.

Foto suasana diskusi bersama Hasan Aoni Omah Dongeng Marwah

Dilain waktu Kanzunuddin selaku pembedah antologi puisi menyampaikan bahwa munculnya antologi puisi “Boeng” menjadi tonggak sejarah perpuisian oleh kreatifitas pemuda kudus.

“Antologi ini menjadi semacam Indikator, penanda, kemajuan sastra di Kudus tidak hanya sebuah wacana. Ini menandakan derap langkah Sastra Kudus tidak pernah mati. Selain itu di Kudus sendiri semacam ada transfer nilai dari senior ke teman-teman pemuda sehingga tidak ada gape antar angkatan,” ujarnya ketika mengulas antologi Puisi “Boeng”.

Tiyo Ardianto selaku ketua acara menyampaikan adanya kegiatan ini inisiasi yang berawal dari kekhawatiran sastrawan sepuh tentang kehidupan sastra Kudus. Dalam keadaan pandemi, Tiyo juga  menyampaikan bahwa panitia melakukan penyesuaian terhadap keadaan.

“Banyak rencana yang kemudian digagalkan karena pandemi, kami menikmati itu, kami anggap biasa saja,”ujarnya saat ditanya via Whatsapp.

Harapan Tiyo dari acara yang dimeriahkan oleh berbagai sastrawan Kudus mulai dari Jumari HS, Mukti Sutarman Espe, Hasan Aoni, Azis US, Jimat Kalimasada, Hasan Aspahani, Wayan Jengki Sunarta, Muhammad Kanzunuddin, Arfin Akhmad M, dan Omah Dongeng Marwah dapat menjadikan peserta untuk terus belajar menulis, melanjutkan apa yang didapatkan di KSK.

“Peserta terus belajar menulis, melanjutkan apa yang didapatkan di KSK,” tandasnya.

(Afsana)

3 tanggapan untuk “Kemah Sastra Kudus 2020, Ajang Berekspresi Diri Pemuda Kudus Lewat Puisi

  • Oktober 1, 2020 pada 2:56 am
    Permalink

    Mantap…

  • Oktober 1, 2020 pada 3:15 am
    Permalink

    Mantap

Komentar ditutup.