Puisi-puisi Adenar Dirham; Mengekalkan Rindu Pada Ibu

Mengekalkan Rindu pada Ibu

Ibu, aku adalah cinta yang bersemayam
Dalam dada pujangga: kasih kusarat makna
Saat syairku rangkai dalam bintik pena
Ku persunting air mata jiwa
Dari perasan perasaan tubuhmu
Mengalun keceruk kalbu

Ibu, saatnya aku berbisik padamu
Mengekalkan rindu yang tiba-tiba
Menjerang dada hingga parau
Suara batin kumengingat dosa
Yang fana dan sia-sia di penghujung masa
Sebelum tutup usia

Jakarta, 2020, Adenar Dirham.

Menyapa Raja Ampat

Di sini, kusapa engkau lautku
Di mana biru teduh matamu
Membayang kepusar waktu
Di sanalah aku membenamkan debu
Yang melekat di ubun senja

Ingin ku belah dada laut
Agar dapat ku labuhkan rindu
Pada terumbu karang yang berkilauan
Di sepanjang Raja Ampat
Kujumpai aneka hiu
Menembus belantara samudra
Dengan riuh tawa yang renyah

Biarlah mata ku terpejam
Hingga mimpi merasuk
Kedalam pangkal mata
Dan berbisik:
Lautku adalah moyangku

Jakarta, 2020,Adenar Dirham.

Tentang Penulis:

Adenar Dirham, lahir 26 Februari 1997. Aktif menulis sejak 2014. Kini, bergiat di Competer Indonesia. Tahun 2020 ini, salah satu puisinya pernah memenangkan juara II tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Minang UGM. Penulis saat ini tengah fokus menulis novel perdananya. Kontak penulis melalui IG: @dirhamadenar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.