Puisi-puisi Lintang Kumala; Kematian Drupadi

Kematian Drupadi

Puntadewa
Ternyata Kerajaan kita telah luluh lantak
Sebab, tidak ada lagi yang mampu menjelaskan peristiwa-peristiwa
kepingan-kepingan luka
tentang kepergian yang tiba-tiba.

Yudhistira, cintaku.
Apakah ada yang bisa memisahkan dua yang sudah menyatu?
Bahkan kematian enggan melesatkan busurnya ke dada kita,
Begitu pula dengan serbuan senjata Kurawa.
O. Cintaku.
Jika yang melukaimu ternyata adalah aku.
Maka sia-sialah takdir yang sudah kuburu
Tentang peleburan kita
Pada kesunyian nirwana.

6 Mei 2020. Lintang Kumala.

Hari-hari Setelah Kematian Drupadi

1.
Maafkan aku, Yudhistira.
Kutangkap kesedihanmu setelah kepergianku
Rasanya ingin sekali aku meneguknya, menebus semua rindumu, karenaku.
Lalu sebelum permainan ini digelar lagi nanti,
kita bisa bertukar cinta dengan sembunyi-sembunyi.
Agar tak ada yang bisa membaca kedatangan Drupadi di ranjang kesunyianmu.

2.
Drupadi, cintaku.
Rindu ialah cahaya yang tertegun
pada lubang hitam, di gelap malam.
Tak ada lagi hujan setelah kematianmu
Tak ada lagi matari yang terbit selepas tiadamu.

3.
Karena hari-hari selepas kepergian Dewi Drupadi
Kehidupan porak-poranda
Orang-orang pergi berhamburan
Doa dirapal meminta turun hujan,
Mereka saling bertabrakan, sebab tak ada satupun cahaya terang.

Lalu doa mereka terkabul.
Hujan turun kembali berwujud airmata Puntadewa
Bumi menyala lagi. Sebab cahaya yang sangat terang muncul dari kuburan Drupadi yang berhasil suaminya gali.

20 Februari 2020, Lintang Kumala.

Lintang Kumala. Lahir di Purbalingga, 12 Mei 1999. Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNY. Mencintai seni dan sastra sejak kecil. Aktif di UKM UNSTRAT (Unit Studi Sastra dan Teater) UNY. Beberapa kali memenangkan lomba baca dan cipta puisi. Selain karawitan, hobi lainnya adalah merawat ingatan. Mari berkenalan lebih dekat 085640307981. Surel : lintangkumalasari12@gmail.com

Satu tanggapan untuk “Puisi-puisi Lintang Kumala; Kematian Drupadi

  • November 2, 2020 pada 3:26 am
    Permalink

    Puisinya bagus banget, diksinya khas, selamat ya Lintang, terus berkarya!

Komentar ditutup.